Minggu, 10 Februari 2013

Mengatasi Benjolan di Gusi

dari: Kompas.Com
 
TANYA :
Dok, pada gusi saya terdapat benjolan.  Dan benjolan ini kadang-kadang mengeluarkan darah saat menyikat gigi. Selain itu benjolan ini sering menimbulkan rasa ngilu.. Apakah benjolan ini termasuk penyakit? Apa dan bagaimana cara yang tepat untuk menanggulanginya? 

JAWAB :
Tidak dijelaskan di pertanyaan anda bagaimana konsistensi benjolannya, berapa diameternya, lokasi benjolan tepatnya di gusi sebelah mana, serta sudah berapa lama, sehingga saya agak kesulitan mengira-ngira jenis benjolan apa yang anda derita saat ini. Tapi saya akan mencoba menjelaskan, bahwa adanya benjolan di gusi anda merupakan suatu keadaan yang tidak normal pada gusi dan merupakan reaksi tubuh akibat adanya benda asing (misalnya mikroorganisme). Benjolan yang dapat timbul di gusi bermacam-macam jenisnya, antara lain:
1.    Fistula.
Merupakan reaksi radang yang timbul pada gusi, biasanya akibat adanya infeksi pada gigi yang berlubang. Diameternya hanya mencapai beberapa mm sampai 1 cm, terkadang mengeluarkan darah dan nanah.
2.    Granuloma piogenik.
Berkembang pada pasien yang memiliki kebersihan mulut yang kurang baik, adanya tambalan yang terlalu tinggi (atau tambalannya tidak baik), serta adanya karang gigi. Permukaan granuloma ini licin dan batasnya merah. Meskipun biasanya tanpa gejala, sentuhan ringan akan menimbulkan perdarahan yang banyak. Diameter benjolan ini dapat mencapai beberapa cm jika dibiarkan tanpa perawatan. Granuloma ini dapat berkaitan juga dengan ketidak-seimbangan hormon pada wanita.
3.    Granuloma sel raksasa perifer.
Berkaitan dengan suatu riwayat trauma atau iritasi. Ditandai oleh suatu pembengkakan berbatas jelas, keras, permukaannya licin atau sedikit bergranula (berbenjol-benjol) dan warnanya merah muda sampai merah-ungu tua. Diameternya mulai dari beberapa mm sampai 1 cm. Terutama terjadi pada gusi rahang bawah di bagian depan gigi geraham, dan paling sering terjadi pada wanita usia 10-40 tahun.
4.    Fibroma perifer dengan kalsifikasi.
Penyebabnya tidak pasti. Pada kasus yang sudah lanjut ditandai pembengkakan dengan konsistensi keras, berwarna merah muda, kecenderungan menyebabkan pergeseran gigi-gigi di sekitarnya. Sedangkan pada kasus yang masih dini biasanya lunak dan mudah berdarah.
5.    Perikoronitis (operkulitis).
Merupakan peradangan dari jaringan lunak di sekitar mahkota gigi yang erupsi sebagian (gigi muncul ke gusi sebagian) atau impaksi (gigi tidak dapat muncul ke gusi karena tertahan). Umumnya hal ini berkaitan dengan gigi geraham ketiga bawah yang sedang erupsi (muncul ke gusi) dalam lengkung gigi yang baik, tetapi ruangnya tidak cukup.

Jenis benjolan lainnya adalah sebagai berikut:
Karsinoma gusi, Parulis, Abses periodontal, Epulis fisuratum (hiperplasia iritasi), Fibromatosis gusi turunan, Hiperplasia gusi akibat obat, dan Edema gusi dari hipotiroidisme.

Perawatan dari seluruh benjolan di gusi yang disebutkan di atas, harus dilakukan oleh bantuan Dokter Gigi. Setelah mendapatkan perawatan dari Dokter Gigi, proses penyembuhan juga dapat dipercepat dengan menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik.

Sebaiknya anda segera ke Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut untuk mengetahui jenis benjolan apa yang anda derita, karena tidak ada pencegahan yang dapat anda lakukan sendiri di rumah sebelum mengetahui dengan pasti jenis benjolan yang anda derita saat ini.
Namun, jika benjolan tersebut berada di gusi dekat gigi yang berlubang, serta konsistensinya lunak seperti mengandung cairan. Maka kemungkinan besar benjolan tersebut adalah fistula. Perawatan yang harus dilakukan adalah perawatan saluran akar gigi, dan anda harus segera mendatangi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.

Demikian, semoga bisa sedikit membantu ya.
Salam gigi sehat.

Cara Mengobati Sakit Gigi

Sakit gigi membuat kita terasa tersiksa karena sakitnya yang sangat luar biasa. Kadang di malam hari membuat kita sulit tidur dan sakitnya semakin bertambah dua kali lipat. Sakit gigi mengacu pada rasa sakit yang terjadi di daerah rahang gigi dan gusi.  Sakit gigi dapat disebabkan oleh berbagai masalah seperti gigi berlubang, gigi retak, penyakit gusi, dan sebagainya.

Info kesehatan kali ini akan memberikan cara mengobati sakit gigi dengan cara alami. Bahan-bahan alami ini sering kita jumpai tapi dapat mengobati sakit gigi kita. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Menyembuhkan Sakit gigi dengan Kunyit
Kunyit adalah terkenal dengan sifat medis yang juga dapat mengobati masalah sakit gigi.  Ambil beberapa batang kunyit lalu dibakar.  Setelah dibakar, tumbuk hingga hancur atau menjadi bubuk halus.  Bubuk ini bisa digunakan sebagai bedak gigi.  Ini adalah obat untuk sakit gigi yang bagus.

Bawang putih
Ambil beberapa siung bawang putih segar. Kupas lalu tumbuk hingga hancur atau halus kemudian campur dengan selai kacang. Oleskan campuran tersebut pada gigi yang sakit.  Biarkan selama beberapa waktu. Ini merupakan ramuan obat yang efektif untuk sakit gigi.  Anda juga bisa mengunyah beberapa siung bawang putih untuk menghindari rasa sakit gigi.

Lada/Merica
Ambil 1 sendok teh merica bubuk dan mencampurnya dengan garam biasa.  Masukkan campuran tersebut kedalam gigi yang terasa sakit atau berlubang. Ramuan ini juga merupakan obat sakit gigi yang baik dan efektif untuk mengobati sakit gigi.

Peppermint 
Ambil 5 gram peppermint dan merebusnya dalam secangkir air dengan sedikit garam.  Anda dapat minum rebusan ini 2 kali sehari.  Ini adalah obat yang baik untuk mengobati sakit gigi.  Anda juga dapat menggunakan obat kumur mengandung ekstrak peppermint.

Asafetida 
Asafetida adalah pembunuh rasa sakit yang luar biasa.  Ambil 1/2 sdm asafetida dan mencampurnya dengan 1 sdm air jeruk lemon. Ini adalah obat yang efektif untuk sakit gigi.

Mengobati Sakit gigi dengan Bayam 
Ambil beberapa daun segar dari bayam dan mengunyahnya.  Ini membantu untuk membuat gusi yang kuat karena merupakan pengobatan alami untuk sakit gigi.

Mengobati Sakit gigi dengan Mentimun  
Mentimun adalah cara terbaik untuk mengurangi rasa sakit gigi.  Ambil mentimun lalu potong iris-iris. Masukkan potongon mentimun tersebut kebagian gigi yang terasa sakit. Hal ini juga memberikan efek dapat menghilangkan sakit gigi.  Ini adalah salah satu pengobatan alami terbaik untuk sakit gigi.

Mengobati Sakit gigi dengan Es Batu
Es memiliki beberapa sifat mati rasa.  Ambil es batu dan gosokkan pada area yang terasa sakit selama beberapa menit. Rasa sakit akan berkurang karena sangat baik dalam menekan rasa sakit pada ujung saraf.  Hal ini sangat membantu pengobatan untuk sakit gigi.  Anda juga bisa mengunyah es batu di sisi mulut yang sakit.

Sakit gigi dan Diet 
Diet mempunyai peran penting dalam kesehatan gigi.  Kondisi gigi tergantung pada makanan yang kita makan.  Dengan diet yang tepat, gigi dan tulang rahang dapat dibuat lebih keras dan lebih sehat.

Hal yang dihindari
Asupan gula harus dibatasi karena dapat memberikan dampak infeksi pada gigi.  Asupan makanan ringan sering berbahaya bagi kesehatan gigi, oleh karena itu harus dihindari.

Itulah tadi beberapa cara mengobati sakit anda dan semuanya menggunakan bahan alami yang mudah anda temukan. Baca juga info kesehatan lainnya mengenai manfaat pisang untuk kecantikan.

Mana yang Lebih Menyiksa, Sakit Gigi atau Sakit Gusi?

Putro Agus Harnowo - detikHealth

Jakarta, Sakit gigi dan sakit gusi terkadang susah dibedakan karena sama-sama terjadi di dalam mulut. Tapi secara umum, penyebab kedua penyakit ini sangat berbeda. Kedua penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan nyeri tak tertahankan. Manakah di antara kedua penyakit ini yang lebih menyakitkan?

Sakit gigi hampir selalu disebabkan oleh nyeri saraf. Penyebab paling umum sakit gigi adalah lubang pada gigi yang disebut karies gigi. Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh penyebab lain seperti gigi longgar, erosi gusi dan infeksi kanal akar gigi.

Karies adalah kerusakan gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Penyebabnya adalah bakteri tertentu yang memproduksi asam laktat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa.

"Gigi berlubang harus segera ditangani oleh dokter gigi agar tidak berkembang menjadi parah sehingga harus dicabut atau bahkan menyebabkan infeksi berbahaya. Dokter gigi akan mengebor lubang untuk membersihkan kerusakan kemudian menambalnya," kata dr Emily A. Kane, ketua Alaska Association of Naturopathic Physicians seperti dilansir dremilykane.com, Jumat (24/8/2012).

Gigi longgar juga dapat terasa sangat menyakitkan saat mengunyah makanan. Penyebab gigi longgar biasanya adalah penyakit gusi, bisa juga disebabkan oleh kecelakaan atau benturan. Gigi yang sedikit goyang masih dapat diperkuat dengan menambatkan ke gigi di dekatnya. Sedangkan gigi yang goyang ke segala arah harus dicabut.

Gusi yang mengalami erosi akan terbuka akarnya sehingga jadi sensitif terhadap makanan dan minuman panas, dingin juga asam. Erosi gusi bisa disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras serta penyakit gusi. Karena berlangsung secara bertahap untuk waktu yang lama, erosi gusi lebih umum dialami orang yang berusia di atas 40 tahun.

Kanal akar gigi yang terinfeksi bisa jadi sangat menyakitkan. Rasa nyeri yang dialami bisa menyebar ke daerah lain di wajah dan tengkorak. Tubuh mempertahankan diri dari infeksi sehingga menyebabkan peradangan. Terkadang nanah bisa masuk ke dalam akar gigi dan menetap di dalam rahang selama bertahun-tahun sehingga menyebarkan bakteri ke dalam aliran darah terus menerus.

"Penyakit gusi tidak selalu menyebabkan sakit gigi meskipun juga disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini sangat umum dan merupakan penyakit menular yang paling umum dijumpai di Amerika Serikat setelah flu. Tingkat infeksi yang dialami meningkat seiring pertambahan usia, sehingga menjadi penyebab utama gigi tanggal pada orang dewasa," kata dr Kane.

Tahap pertama penyakit gusi adalah gingivitis atau radang gusi yang disebabkan oleh endapan lengket bakteri, lendir dan partikel makanan. Endapan tersebut disebut 'plak' atau 'tartar'. Penumpukan plak di sekitar gigi dan garis gusi mengiritasi gusi menyebabkan perdarahan hingga akhirnya menyebabkan infeksi.

Akumulasi plak juga akan melebarkan jarak antara gusi dan gigi sehingga membentuk rongga seperti kantong. Kantong ini akan mengumpulkan sisa-sisa makanan, menyebabkan gusi berdarah dan membuat gigi goyang. Kumpulan gejala ini disebut dengan penyakit periodontal.

Dari paparan dr Kane di atas, jelas diketahui bahwa sakit gigi lebih menyakitkan dibanding sakit gusi. Meskipun demikian, sakit gusi bisa memicu perkembangan sakit gigi. Jadi menjaga kesehatan gusi juga penting demi kesehatan gigi.


(pah/ir)

Periodontitis, Bukan Pendarahan Gusi Biasa

Kata “periodontitis” berasal dari peri (“sekitar”), odont (“gigi”) dan itis (“peradangan”). Periodontitis adalah radang gusi (gingivitis) parah di mana peradangan gusi meluas hingga ke struktur pendukung gigi.

Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri  yang berkembang biak pada plak dan tartar yang terbentuk di antara gigi dan gusi, yang kemudian menyebar ke tulang di bawah gigi sehingga mempengaruhi  jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi.

Dokter gigi atau dokter spesialis periodonti (biasa disebut periodontis) mendiagnosis periodontitis dengan memeriksa jaringan gusi lunak di sekitar gigi melalui uji klinis dan radiografi (rontgen gigi).

Gejala
Periodontitis pada awalnya tidak menyakitkan penderitanya, namun pada tahap lanjut bisa membuat gigi-gigi mudah lepas. Infeksi bakteri menggerus tulang tempat berpijak gigi dan melemahkan perlekatannya. Selain karies gigi, periodontitis adalah penyebab umum kehilangan gigi pada orang dewasa.

Periodontitis memiliki gejala yang sangat sedikit sehingga banyak pasien yang baru berobat setelah penyakit itu berkembang secara signifikan. Gejala yang dapat timbul antara lain:
  • Gusi memerah atau berdarah saat menyikat gigi atau menggigit makanan keras (jambu biji, misalnya)
  • Gusi sering membengkak
  • Halitosis atau bau mulut, dan rasa getir terus-menerus dalam mulut
  • Resesi gingiva, sehingga gigi tampak memanjang. (Ini juga dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi terlalu kaku)
  • Lubang dalam di antara gigi dan gusi
  • Gigi longgar, pada tahap lanjut (meskipun hal ini mungkin terjadi karena alasan lain)
Penyebab
Penyebab utama dari periodontitis adalah kebersihan mulut yang buruk , misalnya karena jarang menggosok gigi.  Nikotin juga merupakan faktor risiko. Perokok lebih berisiko terkena periodontitis dibandingkan non-perokok.  Diabetes yang kurang terkontrol dapat memperparah penyakit ini.

Pengobatan
Tujuan pengobatan periodontitis adalah membersihkan plak dan tartar, mengurangi peradangan, menghilangkan lubang jika ada, dan mengatasi kerusakan pada gusi dan gigi.  Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengoreksi lubang gusi dan menguatkan gigi yang goyah. Dokter gigi  Anda mungkin terpaksa harus mencabut gigi agar penyakitnya tidak bertambah buruk dan menyebar ke gigi-gigi di sekitarnya.

17.128 Warga Medan Alami Aangguan Gigi dan Gusi

Sabtu, 26 Januari 2013 12:31

Starberita - Medan, Sebanyak 17.128 warga Medan mengalami empat jenis gangguan gigi dan gusi. Empat jenis gangguan gigi dan gusi diantaranya gingivitis (gusi meradang), periodontal (radang jaringan penyangga gigi), pulpitis (pulpa gigi bagian dalam) dan periapikal (infeksi gigi).
Menurut Dokter Gigi Atma Wijaya menjelaskan, satu persatu mengenai keempat jenis penyakit gusi dan gigi itu. Kata dia, gingivitis merupakan gusi meradang dan mudah berdarah yang disebabkan kekurangan vitamin C.

“Pada ibu hamil, gingivitis bisa semakin memburuk karena disebabkan oleh perubahan hormonal, ditambah lagi kurangnya menjaga kebersihan mulut karena wanita hamil sering merasa mual di pagi hari. Gejala gingivitis ini terjadi ketika menggosok gigi atau makan, gusi seringkali berdarah,” katanya.

Sedangkan periodontal hanya terjadi apabila plak dibiarkan menumpuk pada permukaan gigi, terutama pada permukaan yang berbatasan dengan gusi. “Bakteri pada plak akan mengeluarkan racun yang merangsang gusi sehingga timbul radang gusi. Makin lama, proses radang akan menjalar sepanjang akar gigi dan merusak jaringan pengikat akar gigi dan tulang alveoli,” jelas Atma.

Pada penderita periodontal  tidak ada rasa sakit sebagai pertanda adanya radang, tetapi proses penyakit dapat berjalan bertahun-tahun lamanya tanpa disadari oleh penderita. Akhirnya gigi menjadi goyah dan mengganggu di waktu mengunyah sehingga perlu dicabut.

Sementara pulpitis adalah peradangan yang terjadi pada pulpa gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri.“Penyebab utamanya karena adanya pembusukan gigi. Dan mendiagnosa pulpitis ini harus berdasarkan penyebab, gejala, dan hasil pemeriksaan fisik,” ungkapnya.

Sedangkan abses periapikal, adalah pengumpulan nanah yang telah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya, biasanya berasal dari suatu infeksi.“Biasanya gejala nya seperti gigi terasa sakit, bila mengunyah juga timbul nyeri. Kemungkinan ada demam disertai pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Jika sangat berat, di daerah rahang terjadi pembengkakan,” ungkapnya     
    
Diakuinya, gigi adalah bagian tubuh yang cukup penting bagi manusia. Oleh karena sangat penting sekali untuk merawat gigi dengan baik dan benar sehingga gigi selalu sehat dan tampak indah.“Rajinlah menggosok gigi minimal dua kali sehari, setiap enam bulan minimal sekali periksa gigi ke dokter gigi, jangan sering makan terlalu manis, panas dan dingin, serta banyak mengonsumsi buah-buahan,”katanya.(ULF/MBB)

Obat Sakit Gigi Tradisional Alami Paling Ampuh

Macam-macam obat sakit gigi tradisional yang ampuh dan paling mujarab. Sakit gigi memang bukan penyakit mematikan, tapi sangat mengerikan. Ketika putus cinta orang berkata, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Tapi kalau mereka merasakan sakit gigi pasti berkata lain "Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi".

Nah, bagi Anda yang sedang merasakan nikmatnya sakit gigi tidak perlu khawatir karena berikut ini akan saya berikan resep obat sakit gigi tradisional, alami dan mujarab.

1. Mengobati Sakit gigi dengan bunga matahari.

- Bahan: Bunga matahari (60 gram), Jahe (5 gram), dan air (600 cc).
- Cara pengobatan: Bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisi 300cc air. Kemudian airnya disaring dan diminum sewaktu masih hangat. Lakukan setiap hari sampai gigi tidak terasa sakit.

2. Daun Inggu Kering

- Bahan: Daun inggu kering (2-4 gram), air (2 gelas).
- Cara pengobatan: Rebus daun inggu kering dalam 2 gelas air hingga mendidih. Saring airnya setelah dingin, airnya digunakan untuk kumur beberapa kali.

3. Minyak tempurung kelapa

- Bahan: Tempurung kelapa yang sudah dibelah, Kapas secukupnya
- Cara pengobatan: Ambil tempurung kelapa lalu dibakar sampai keluar minyaknya. Ambil minya tempurung kelapa tersebut dengan kapas. Lalu tempelkan ke gigi yang sakit. Niscaya dalam beberapa menit sakit gigi Anda akan hilang.

4. Menyembuhkan Karang gigi

- Bahan: Biji asam jawa (secukupnya)
- Cara pengobatan: Sangrai biji asam jawa secukupnya, kemudian ditumbuk hingga halus. Gosokkan ke gigi yang berlubang dengan kain atau sikat gigi.

5. Mencegah dan mengobati kerusakan gigi

- Bahan: Biji jarak cina (1 butir), air (1 gelas)
- Cara pengobatan: Biji jarak cina ditumbuk halus, kemudian seduh dengan air panas dan dinginkan. Gunakan airnya untuk kumur-kumur.

Gambar Bahan Obat Sakit Gigi Tradisional
Batok Kelapa
Tempurung Kelapa - Obat Sakit Gigi

Daun Inggu
Daun Inggu - Obat Sakit Gigi

Asam Jawa
Asam Jawa - Menghilangkan Karang Gigi

Biji Jarak
Biji Jarak - Obat Sakit Gigi

Bunga Matahari
Bunga Matahari - Obat Sakit Gigi
Posted by Lukas Gentara

Cara Mengobati Gusi Bengkak dan Gusi Berdarah

Gusi bengkak dan gusi berdarah merupakan salah satu penyebab sakit gigi selain gigi berlubang. Peradangan pada gusi umumnya disebabkan karena kekurangan vitamin, reaksi alergi, penyakit gula, efek obat-obatan tertentu atau leukemia.

Radang gusi merupakan pertanda adanya gangguan yang lebih serius. Gejalanya bisa berupa tanda merah yang mengelilingi leher gigi, kemudian terjadi pendarahan pada gusi.

Ramuan tradisional untuk mengobati gusi berdarah adalah dengan tanaman bayam duri.

Caranya, ambil segenggam bayam duri, kemudian dibakar dengan alas genteng. Jangan sampai jadi abu. Setelah itu ditumbuk hingga halus di atas genteng tadi. Ramuan ini dipakai seperti salep, dengan cara dioleskan pada gusi yang berdarah.

Cara mengobati gusi bengkak atau radang gusi (Ginggivitis dan Pyorrhoeae):

1. Kulit Andong dan Garam

- Bahan: Kulit tanaman andong secukupnya dan garam secukupnya.
- Cara pengobatan: Cuci kulit Andong, kemudian dikikis dan diberi garam sedikit. Ramuan tersebut dioleskan pada gusi yang sakit.

2. Daun Krokot

- Bahan: Daun krokot (200 gram) dan air (3 gelas)
- Cara pengobatan: Cuci krokot, kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa satu gelas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.

3. Gambir dan Empu Kunyit

- Bahan: 3 potong gambir, setengah jari empu kunyit dan 2 gelas air.
- Cara pengobatan: Gambir dan empu kunyit diiris tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Air tersebut dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan hal ini 3 kali sehari.


Bayam Duri
Bayam Duri untuk gusi berdarah

Tanaman andong
Tanaman andong mengobati gusi bengkak

Daun Krokot
Daun Krokot untuk gusi bengkak

Gambir
Gambir obat radang gusi

Empu Kunyit
Empu Kunyit mengobati radang gusi

Posted by Lukas Gentara